Rabu, 08 Januari 2014

Surat Cinta untuk Ibu



Surat Cinta untuk Ibu
Oleh: Casius A. Wikarsa




        Teruntuk Ibuku tercinta,
        Ibu, delapan belas tahun lamanya engkau mencurahkan kasih sayang sepenuhnya padaku -  yang seringkali menyakiti hatimu, membantah perintahmu, dan mengacuhkanmu ini. Ibu, sekarang aku telah beranjak dewasa. Aku menjadi semakin mengerti akan jerih payah seorang Ibu terhadap anak-anaknya. Aku menjadi semakin sadar akan tanggung jawabku sebagai anak sulung, yang diharapkan mampu memberikan contoh sikap yang baik kepada dua orang adikku. Dengan kasih sayangmu yang begitu tulus, engkau teramat sabar mengajari, melatih, dan membimbing setiap langkahku.
        Sejak kecil kau rawat aku, kau tutupi kekesalanmu dengan senyuman yang anggun. Aku yakin meskipun engkau bekerja keras membantu Ayah untuk mencari nafkah, tetapi hatimu  tercabik-cabik melihat anak bungsumu yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak itu di rumah sendirian. Dengan sangat terpaksa engkau meninggalkan anak bungsumu, agar kebutuhan keluarga dapat terpenuhi – dengan harapan anak bungsumu itu mampu hidup mandiri. Ibuku yang sangat baik hatinya, bagiku engkau adalah seorang pahlawan yang luar biasa karena engkau telah bertaruh nyawa untuk melahirkan anak-anakmu. Dengan kesabaranmu yang tiada terbatas engkau sangat menginginkan anak-anakmu menjadi pribadi yang luar biasa.
        Oh Ibu, betapa hebat dan anggunnya engkau mengamati setiap pertumbuhan dan perkembangan buah hatimu. Aku berjanji, dengan izin Tuhan aku akan menjadi anak yang berbakti kepada Ibu khususnya dan  kedua orang tua pada umumnya. Aku akan menjadi anak muda yang smart dan elegan, yang segera lulus studi dengan baik, dan mendapatkan pekerjaan sebagai tangga naikku menjadi pribadi yang berkelas, agar segera membanggakan dan membahagiakan kalian sebagai orang tuaku. Aku sangat mencintaimu Ibu. Setiap malam aku berbisik kepada Tuhan, agar Dia selalu membimbing setiap langkah hidupmu, membaikkan rezekimu, dan melimpahkan kesehatan dan umur yang panjang di dalam keluarga yang sejahtera dan penuh rahmat dengan Tuhan.
        Ibu, maafkanlah segala kesalahanku, terima kasih atas segala jasamu kepadaku selama ini. Semoga Tuhan selalu mendengar apa yang menjadi doaku setiap malam dan segera mengabulkannya, agar segera pula terdengar kabar baik yang mengatakan, “Ibu sangat bangga padamu, Nak.”Terima kasih Ibu. Aku sangat cinta Ibu.
Ibu, aku sadar bahwa engkau bukanlah orang yang
berpendidikan tinggi atau orang yang menguasai
banyak hal dan berbicara dalam banyak bahasa.

Itu menurutku tidak penting.
Sebab ada satu hal yang sering lalai kusadari,
engkau menguasai bahasa cinta dan kasih sayang.
I LOVE MY MOM.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar