Surat Cinta untuk Ibu
Oleh: Casius A. Wikarsa
Teruntuk Ibuku tercinta,
Ibu, delapan belas tahun lamanya engkau
mencurahkan kasih sayang sepenuhnya padaku - yang seringkali menyakiti hatimu, membantah
perintahmu, dan mengacuhkanmu ini. Ibu, sekarang aku telah beranjak dewasa. Aku
menjadi semakin mengerti akan jerih payah seorang Ibu terhadap anak-anaknya.
Aku menjadi semakin sadar akan tanggung jawabku sebagai anak sulung, yang
diharapkan mampu memberikan contoh sikap yang baik kepada dua orang adikku.
Dengan kasih sayangmu yang begitu tulus, engkau teramat sabar mengajari,
melatih, dan membimbing setiap langkahku.
Sejak kecil kau rawat aku, kau tutupi
kekesalanmu dengan senyuman yang anggun. Aku yakin meskipun engkau bekerja
keras membantu Ayah untuk mencari nafkah, tetapi hatimu tercabik-cabik melihat anak bungsumu yang
masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak itu di rumah sendirian. Dengan sangat
terpaksa engkau meninggalkan anak bungsumu, agar kebutuhan keluarga dapat
terpenuhi – dengan harapan anak bungsumu itu mampu hidup mandiri. Ibuku yang
sangat baik hatinya, bagiku engkau adalah seorang pahlawan yang luar biasa
karena engkau telah bertaruh nyawa untuk melahirkan anak-anakmu. Dengan
kesabaranmu yang tiada terbatas engkau sangat menginginkan anak-anakmu menjadi
pribadi yang luar biasa.
Oh Ibu, betapa hebat dan anggunnya
engkau mengamati setiap pertumbuhan dan perkembangan buah hatimu. Aku berjanji,
dengan izin Tuhan aku akan menjadi anak yang berbakti kepada Ibu khususnya
dan kedua orang tua pada umumnya. Aku
akan menjadi anak muda yang smart dan elegan, yang segera lulus studi dengan
baik, dan mendapatkan pekerjaan sebagai tangga naikku menjadi pribadi yang
berkelas, agar segera membanggakan dan membahagiakan kalian sebagai orang tuaku.
Aku sangat mencintaimu Ibu. Setiap malam aku berbisik kepada Tuhan, agar Dia
selalu membimbing setiap langkah hidupmu, membaikkan rezekimu, dan melimpahkan
kesehatan dan umur yang panjang di dalam keluarga yang sejahtera dan penuh
rahmat dengan Tuhan.
Ibu, maafkanlah segala kesalahanku,
terima kasih atas segala jasamu kepadaku selama ini. Semoga Tuhan selalu
mendengar apa yang menjadi doaku setiap malam dan segera mengabulkannya, agar
segera pula terdengar kabar baik yang mengatakan, “Ibu sangat bangga padamu, Nak.”Terima
kasih Ibu. Aku sangat cinta Ibu.
Ibu, aku sadar bahwa engkau bukanlah orang yang
berpendidikan tinggi atau orang yang menguasai
banyak hal dan berbicara dalam banyak bahasa.
Itu menurutku tidak penting.
Sebab ada satu hal yang sering lalai kusadari,
engkau menguasai bahasa cinta dan kasih sayang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar