Cerita Kehidupan, Cita-Cita, dan
Cara Mencapainya
Ini
adalah cerita kehidupan mulai dari saya kecil hingga sekarang, dan kehidupan
yang saya inginkan di masa yang akan datang serta cara-cara untuk meraih impian
saya. Kehidupan saya waktu kecil cukup menyenangkan. Saya sangat menyayangi
Bapak dan Ibu saya. Beranjak remaja, saya mulai tidak patuh kepada orang tua
dan menjadi anak yang bandel. Saya sering tidak menaati perintah orang tua.
Saya sangat menyesal dengan keadaan itu. Seiring berjalannya waktu, setelah
saya memiliki dua orang adik laki-laki, saya semakin sadar betapa tak terbatas
kasih orang tua pada anak-anaknya. Dan sekarang ini adalah saat yang tepat
untuk saya memperbaiki kehidupan dan menanggalkan masa-masa kelam beberapa
tahun yang lalu, sebagai tanggung jawab saya kepada orang tua.
Banyak
orang yang dalam kehidupannya mengalami kegagalan, jatuh kemudian bangkit lagi
- begitu seterusnya hingga menemukan suatu titik dimana akhirnya bisa sukses.
Memang, kehidupan ini seperti roda yang berputar. Kadang kita berada di atas,
kadang juga berada di bawah. Tapi kita
harus tetap ingat bahwa melihat ke atas kita harus berserah penuh kepada Tuhan,
melihat ke bawah membuat kita lebih bersyukur karena ternyata kita masih
beruntung dibandingkan saudara-saudara kita yang kekurangan. Melihat ke depan,
kita harus mempunyai tujuan hidup yang jelas di masa depan dengan usaha-usaha
yang optimal. Sedangkan melihat ke belakang kita bisa belajar dari masa lalu,
karena hidup ini bukan tentang jatuh kita, tetapi tentang bangkitnya.
Sebagai
makhluk ciptaan Tuhan yang berbudaya, setiap manusia harus memiliki tujuan
hidup yang jelas dan cara-cara untuk mencapainya. Adapun visi dan misi hidup
saya:
·
Visi:
Menciptakan lapangan kerja dengan
mendirikan sebuah perusahaan agribisnis dan membentuk suatu komunitas pertanian
organik yang maju dan mandiri di daerah asal saya.
·
Misi:
1. Menjadi
ahli di bidang sosial-ekonomi pertanian
2. Bekerja
sama dengan industri pertanian/perkebunan
3. Menjadi
pengusaha agribisnis yang sukses
Sedangkan motto hidup
saya yaitu “Pekerjaan apapun juga, harus dilakukan dengan sepenuh hati.”
Delapan
belas tahun yang lalu, tepatnya tanggal 24 Maret 1995 saya lahir di kota
Magelang, Jawa Tengah. Orang tua saya menamai saya Casius Ajang Wikarsa. Saya
dan kedua orang tua saya tinggal di sebuah rumah yang sederhana di Jalan Nangka
III No. 10, RT 03, RW 04, Kalinegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Kehidupan
saya saat kecil cukup menyenangkan. Sejak kecil saya diasuh oleh seorang
pembantu selama 6 tahun, karena Bapak dan Ibu saya bekerja. Tak jarang sepulang
kerja Bapak membawakan oleh-oleh mainan kecil untuk saya. Saya senang sekali.
Sampai akhirnya saya masuk ke Taman Kanak-Kanan (TK) Negeri Pembina Kalinegoro
yang pada saat itu saya berusia 5 tahun. Saat kecil saya termasuk anak yang
cengeng, karena pada waktu masuk sekolah untuk pertama kali saya menangis
mencari Ibu. Saya juga anak yang aktif dan periang. Karena terlalu aktif
sampai-sampai kaki saya penuh luka karena sering jatuh dari ayunan. Tapi dengan
tingkah laku saya yang agak aneh, saya berhasil meraih juara I Lomba Mewarnai
Gambar se-kecamatan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Sebuah
prestasi yang cukup membanggakan.
Pada
bulan Juli 2001, saya melanjutkan pendidikan sekolah dasar di SD Negeri 5
Kalinegoro. Saya senang bisa bertemu kembali dengan beberapa teman sewaktu TK,
karena pada waktu itu sekolah ini termasuk sekolah dasar terfavorit. Tak
terduga di semester I di kelas 1, saya berhasil mendapatkan rangking 1.
Berlanjut ke kelas 2 nilai saya mulai menurun. Prestasi saya pun merosot hingga
berada di rangking 8. Di kelas 3 saya berusaha memperbaiki prestasi saya.
Sampai akhirnya kelas 4 saya tidak terlalu kecewa dengan prestasi saya. Saya
mendapat rangking 5 (setidaknya bisa masuk 10 besar). Kehidupan saya di Sekolah
Dasar memang naik turun. Walaupun di awal tahun saya terkenal sebagai siswa
yang lebih unggul dari yang lain, tapi sewaktu kelas 6 dan lulus nilai saya
tergolong biasa-biasa saja dan beberapa teman saya berhasil merebut posisi
rangking di atas saya. Mungkin karena kelakuan saya dan teman-teman yang ceroboh
dan jarang memperhatikan guru di kelas saat menerangkan materi pelajaran.
Di
tahun yang sama pada tanggal 1 November, saya dikaruniai Tuhan seorang adik
laki-laki yang lucu dan imut seperti saya. Walaupun jarak antara kami kurang
lebih 6 tahun, tapi saya sangat bersyukur. Saya berharap bisa menjadi lebih
bertanggung jawab dan bisa memberi contoh yang baik untuk adik saya. Saya
menjadi mengerti dan sadar akan perjuangan mulia seorang Ibu terhadap anaknya.
Masuk
ke tahun 2007, Bapak saya pindah kerja ke Kalimantan Timur, tepatnya di daerah
Tenggarong. Kehidupan saya terasa sunyi karena ditinggal Bapak kerja di luar
pulau. Saya pun melampiaskan kesepian saya bersama teman-teman. Karena pengaruh
salah satu teman yang nakal, saya pun menjadi anak yang bandel dan belum bisa
mengurus adik dengan baik. Terus terang saja saya sering membantah perintah
orang tua dan saya jarang belajar karena pengaruh acara di televisi. Yang saya
sesali pada waktu itu, saya tidak mengindahkan nasihat Ibu saya.
Pada tahun yang sama saya melanjutkan
pendidikan sekolah menengah di SMP
Negeri 6 Kota Magelang. Karena pada waktu itu nilai saya pas-pasan, akhirnya
saya berada pada peringkat 10 terbawah dari ± 200 siswa yang diterima di
sekolah tersebut. Tak apalah yang penting saya bisa bersekolah. Terus terang
masa-masa SMP saya seperti sekedar formalitas saja. Itu disebabkan karena
pemikiran saya dulu belum cukup dewasa untuk memikirkan masa depan. Saya
menjadi siswa yang biasa-biasa saja di SMP karena selama 3 tahun perilaku saya
belum bisa berubah. Malas adalah penyakit mental saya pada waktu itu. Tapi satu
hal yang perlu saya garis bawahi, bahwa perkembangan jiwa seni dan olah raga saya
meningkat. Saya sudah bisa memainkan alat musik gitar. Saya dan dua orang teman
saya berhasil membentuk sebuah band. Mungkin karena terlalu senang dengan musik
dan belum bisa mengatur waktu, akhirnya pelajaran pun agak terbengkalai. Saya
lebih berfokus bermain band daripada bersekolah. Saya lulus SMP dengan nilai
yang rata-rata, tidak begitu bagus tetapi juga tidak jelek. Kesimpulan
kehidupan pada waktu itu saya terpengaruh oleh kenakalan remaja, padahal saat
itu saya sudah mempunyai dua orang adik. Saya merasa menjadi anak pertama
sekaligus kakak yang belum bisa memberikan contoh yang baik untuk adik-adik
saya.
Lanjut
ke tahun 2010, atas keinginan orang tua, saya melanjutkan studi di SMK SPP
Kanisius Ambarawa. Sekolah swasta yang berbasis Pertanian ini pada awalnya
membuat saya terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Karena latar
belakang orang tua saya bukan di bidang Pertanian, jadi terus terang saya belum
mengerti hal apapun yang menyangkut Pertanian. Saya sempat menjadi anak nakal,
karena mungkin sifat-sifat kenakalan saya pada waktu SMP masih terbawa. Awalnya
memang malas – karena semua tidak sesuai dengan keinginan saya yang pada waktu
itu ingin bersekolah di SMK Negeri di Magelang. Tapi seiring berjalannya waktu
saya semakin sadar dan paham bahwa Pertanian itu sangat berperan penting dalam
kehidupan sehari-hari manusia. Yang saya lakukan untuk menghilangkan rasa
terpaksa dan malas adalah dengan bersyukur dan menjalani yang sudah ada. Sekolah
ini mewajibkan siswanya untuk tinggal di asrama, dan pada waktu itu saya
terpilih sebagai Wakil Ketua Asrama SMK SPP Kanisius Ambarawa periode 2011/2012.
Oleh sebab itu kami dididik untuk lebih mandiri, karena jauh dari orang tua.
Keadaan ini yang membuat saya prihatin. Sikap mandiri dan prihatin inilah yang
muncul dari dalam diri saya untuk lebih bersemangat dalam menuntut ilmu dan
membuktikan bahwa saya bisa membahagiakan dan membanggakan orang tua lewat
jalur Pertanian.
Tak
terduga, dengan kerja keras dan doa tentunya, saya berhasil meraih peringkat I
pada semester pertama. Singkat kata, selama enam semester bersekolah di SMK SPP
Kanisius Ambarawa saya belum pernah mendapatkan peringkat III ke bawah. Dengan
prestasi yang cukup membanggakan itu, saya sering mengikuti lomba-lomba mata
pelajaran antar SMA-SMK se-kabupaten Semarang. Walaupun belum pernah mendapat
juara 1, tapi saya sangat senang dan bersyukur bisa mewakili Sekolah. Saya juga
sempat menjabat sebagai Ketua OSIS periode 2011/2012. Saya bangga bisa
bersekolah di SMK SPP Kanisius Ambarawa yang berfokus pada jurusan Agribisnis
Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) ini, karena tanpa sekolah ini saya tidak
bisa melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Bedugul, Bali – selama tiga
bulan. Banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan disana. Mulai dari pengenalan
tanaman-tanaman organik, pembuatan pupuk bokasi, cara budidaya tanaman organik,
cara pengendalian hama dan penyakit tanaman organik, cara pemanenan, kegiatan
pasca panen, hingga pemasaran. Sekaligus pada akhir bulan kami berkesempatan
untuk jalan-jalan di pulau Bali. Kehidupan saya saat remaja memang sulit
diprediksi. Dari situ saya dapat menyimpulkan bahwa dalam kehidupan, terkadang
apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi saya yakin bahwa
Tuhan akan memberikan yang lebih baik dan sesuai dengan apa yang kita butuhkan.
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada kedua orang tua
saya serta minta maaf karena saya telah menganggap salah pandangan dari orang
tua. Saya juga berterima kasih kepada SMK SPP Kanisius Ambarawa karena berkat
Sekolah itu, saya bisa melanjutkan studi di Institut Pertanian Stiper (Instiper)
Yogyakarta. Saya memutuskan untuk menekuni bidang Pertanian yang prospek
kerjanya besar walaupun banyak dari masyarakat kita memandang sebelah mata
bidang ini.
Memasuki
kehidupan yang sekarang ini, saya semakin sadar akan makna hidup. Saat ini saya
harus bersungguh-sungguh mengoptimalkan yang sudah Tuhan berikan kepada saya.
Saya merasa kehidupan yang sekarang ini lebih damai dibanding beberapa tahun
yang lalu. Saya harus lebih bisa berpikir rasional dan dewasa, karena saat ini
saya bukan anak-anak lagi. Saya adalah remaja yang sedang membentuk kedewasaan
saya. Saya harus menjadi anak muda yang sehat, jujur, rajin dan penuh syukur
kepada Tuhan – yang giat menata diri dan agresif membangun masa depan yang
cemerlang. Saat ini saya sedang menjalani kehidupan yang lebih berani dan mampu
memberikan manfaat bagi sesama, walaupun seringkali sebaik-baiknya manusia
pasti ada saja orang lain yang iri bahkan membenci diri saya. Tapi itu bukan
suatu masalah. Satu-satunya cara mengatasinya adalah mengabaikan komentar yang
tidak penting dan berfokus pada tujuan hidup saya. Akan lebih baik lagi kalau
kita mampu memberikan senyuman terbaik dan mendoakan yang baik pada musuh kita.
Saya bersyukur sekali karena Tuhan telah menuntun saya untuk melanjutkan studi
kuliah di Instiper Yogyakarta. Saya yakin saya tidak salah pilih karena ini
adalah pemberian yang terbaik dari Tuhan.
Rencana
jangka pendek saya selama berkuliah di Instiper Yogyakarta 3,5 tahun ini yaitu menjadi mahasiswa yang berprestasi dan aktif
di organisasi maupun kelembagaan, yang bersegera tindakannya, menghilangkan
kebiasaan menunda, dan tegas mengabaikan hal yang tidak penting – agar segera
menyelesaikan skripsi dan bisa tamat S 1 dengan nilai dan Indeks Prestasi yang memuaskan.
Tentunya juga agar bisa membanggakan orang tua yang telah mendidik saya selama
ini sekaligus sebagai persembahan terbaik bagi Tuhan melalui prestasi saya.
Karena sekecil-kecilnya masalah bisa dibesar-besarkan oleh mahasiswa yang
memang niatnya tidak berangkat kuliah. Kehidupan saya 3,5
tahun ke depan merupakan suatu proses hidup yang harus saya jalani. Karena ada
pepatah mengatakan, “Proses yang baik lebih baik daripada hasil yang baik.”
Sedangkan rencana jangka panjang saya 5 tahun ke depan yaitu saya akan berusaha
bekerja dengan sebaik-baiknya di bidang pertanian/perkebunan agar saya cocok
bagi kesuksesan dan rezeki yang baik. Mungkin awalnya menjadi pegawai atau
asisten agronomi. Sambil menabung – setelah terkumpul cukup banyak modal, saya
mempunyai impian untuk berwirausaha di sektor agribisnis. Saya akan mendirikan
sebuah perusahaan dengan menjadi wirausahawan. Awalnya memang karyawan, tapi
kelak saya akan menciptakan lapangan kerja. Alasan saya ingin menjadi seorang
pengusaha, yaitu ibarat sebuah rumah tetapi yang tidak memiliki atap – yang
tidak ada batasnya. Sedangkan pegawai ada batasnya. Saya akan menjadi anak muda
yang sukses semuda mungkin yang mampu untuk lebih bertindak daripada menunda.
Karena menurut saya sebaik-baiknya rencana adalah tindakan.
Cita-cita
saya adalah menjadi seorang businessman yang
sukses, mampu membahagiakan kedua orang tua saya dan terlebih demi memberikan
persembahan yang terbaik bagi Tuhan. Harapan saya Tuhan selalu membimbing hidup
saya, melindungi keluarga saya agar saya bisa menjadi manfaat bagi orang-orang
di sekitar saya. Saya akan memimpikan yang besar. Untuk mencapai semua itu saya
harus bisa menjadi anak muda yang pekerja keras, fokusnya kuat, bukan yang
sulit memulai tapi yang tidak bisa berhenti mencoba, tetap belajar dengan rajin
walau sedang galau, dan bersabar disertai doa yang tulus kepada Tuhan.
Demikian
cerita singkat mengenai kehidupan dari saya kecil hingga sekarang dan kehidupan
yang saya inginkan di masa yang akan datang. Semoga saya bisa menjadi pribadi
yang semakin hari semakin baik. Dan semoga Tuhan mentenagai segala upaya saya
agar kesuksesan yang saya inginkan bisa terwujud. Berikut ini adalah sebuah
pernyataan yang menguatkan hati dan menjadi motivasi hidup saya:
Suatu
saat nanti
aku akan menjadi pribadi yang gagah,
mapan dan dihormati kata-kataku,
ditunggu kehadiranku, berpengaruh luas,
dan hidup berbahagia di dalam keluarga
yang sejahtera dan penuh rahmat dengan Tuhan.
Betapa kecil dan tak berarti-nya para pembenci itu
nanti
di masa depanku.
Hmm
… betul, ternyata …
Pembalasan
terbaik adalah sukses.
Semoga
ya Tuhan,
Amin.
Ini
adalah kesungguhan hatiku,
Sebagai
janjiku kepada diriku sendiri,
Dan
sebagai doa kepada Tuhan.
Nb: Jangan menertawakan doa orang lain, karena itu sama dengan
meminta kebalikan dari doanya.


Blognya menyentuh. Terasa tulus. Senang sy sdh mampir. Trm ksh
BalasHapushttp://kreasimasadepan441.blogspot.com/2017/11/liburan-mewah-senilai-harga-rumah-setya.html
BalasHapushttp://kreasimasadepan441.blogspot.com/2017/11/penjualan-saham-inter-kepada-china.html
http://kreasimasadepan441.blogspot.com/2017/11/kamboja-tolak-mentah-mentah-bantuan.html
Tunggu Apa Lagi Guyss..
Let's Join With Us At Dominovip.com ^^
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami :
- BBM : D8809B07 / 2B8EC0D2
- WHATSAPP : +62813-2938-6562
- LINE : DOMINO1945.COM
- No Hp : +855-8173-4523